Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015

Sekerut Dahi untukmu El, Aku Rindu

Hei el, lama rasanya kita tak menghabiskan malam dengan secangkir kopi, tumpukan buku, dan imajinasi. Rupanya buku telah menjadi begitu asing bagiku. Lama rasanya kita tak membahasakan kehidupan. Terlalu lama kau tak mampir dan menepuk kepalaku yang keras ini. Sungguh, kepala ini tak lagi sekeras batu, tapi ia jauh lebih rapuh dari yang bisa kau duga. Apa yang membuatnya rapuh el? apa karena ia terlalu menikmati hari-hari yang nyaman? Kenapa ia mudah meluapkan kesedihan dan melankolia? Apa karena ia tak lagi sadar betapa berharganya setetes air mata itu? Mengapa ia tak lagi pandai menyembunyikan segalanya sendiri dan menjadi kuat? Apa karena ia tak lagi mampu mengungkapkan segalanya padamu? Karena ia tak lagi mampu memilih bahasa paling sederhana untuk mengurangi gumpalan asing di dadanya? Atau karena ia tak lagi mampu berdiri di atas kakinya sendiri hingga ia harus bergantung pada mimpi dan keinginan manusia lain, el? Sungguh, kepala ini tak lagi sekeras batu . Barangkali aku t...