Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2012

ini kisah tentang Bajang

anak bajang itu tak sampai pada kehendak juri, tak apa. aku tak menyesalinya, karena waktu kukirimkan Ia tak sekalipun terbesit sebuah piagam tertulis untuknya...inilah kisah bajang itu...kuletakkan di sini sebagai kehendak bahwa kau akan membahasakannya pada mata-mata lainnya... Upacara si Bajang           Bajang, ya sudah bertahun-tahun sejak nama itu melekat sebagai julukan orang-orang dukuh padanya, seorang pemuda lugu, baik budi, dan taat adat. Ia hanya seorang pemuda biasa yang melewati fase pubertas seperti halnya aku, kau, ataupun remaja-remaja lainnya, mengalami kisah cinta yang romansanya memabukkan. Ah, aku hanya berpikir bahwa Ia terlalu sial.          Semua bermula dari Kanthi, kembang perawan putri kebayan di dukuh ini. Pertumbuhannya menjadi perawan jelita membawa petaka bagi si Bajang. Barangkali takkan jadi petaka jika saja waktu itu Bajang tak pergi ke alun-alun untuk melihat pertunjukan si lengger. Ya ...

maaf...

      Aku selalu membayangkannya, semua, ya semua. Semua bayangan tentang bagaimana aku ketika aku tak mecapai batas-batas ini, mencapai semua hal yang mestinya kusyukuri ini bu. Tak ada hal lain yang bisa kulakukan selain merangkai kata-kata, menjentikan jemari-jemariku pada papan qwerty di hadapan sebuah layar flat, yang aku tahu hanya bolpoin-bolpoin yang tinta hitamnya setiap hari kugoreskan pada berlembar kertas-kertas putih, yang kutahu hanyalah bagaimana aku bisa mencapai nilai-nilai baik kemudian kutnjukan itu sebagai sebuah hadiah kebanggaan kepadamu.       Tak ada yang lain selain itu, tak ada. Kau yang menyiapkan semuanya bu, kau dan tetes darahmu, kau dan cucuran keringatmu, kau dan lingkar hitam di matamu, kau dan tangismu yang tanpa kata-kata itu. Sementara tak ada yang mampu kulakukan selain semua hal-hal yang telah menjadi candu itu bu. Pada akhirnya aku menyaksikanmu terpuruk, jatuh dalam sakitmu, sebuah tubuh yang pada akhirnya me...