Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

Tentangmu

Kepada siapa lagi selain Tuhan, Bahwa Ia akan mengetuk hati yang kau kunci dalam diam Sebab hanya Tuhan yang mampu mencintai dan kau cintai Sebab hanya Tuhan yang memiliki seluruh yang ada dalam dadamu Sebab karena Tuhan, kita bertemu... Kepada siapa lagi selain Tuhan

Move...

Terkadang, untuk mendapatkan sedikit kebenaran, kita perlu melakukan banyak kesalahan. Boleh jadi, selama ini kita begitu angkuh el, merasa diri paling benar, dan merasa segalanya akan berjalan sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Aku lupa el, kita tak sedang menjalani hidup sendiri atau hanya aku dan kau saja. Kita berteman dan menjalin banyak hubungan dengan manusia lain. Tidak ada satu orang pun  yang tak ingin dipahami karakter dan cara mereka menjalani kehidupan. Maka katanya, untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain kita harus tahu bagaimana cara menerimanya. Memberi ruang kepada mereka akan membuat mereka jauh lebih nyaman dibanding harus mengekang mereka dan memaksa agar mereka memahami kita juga, el. Aku kira akan datang giliran kita el, waktu di mana mereka akan memahamiku juga kau. Tapi tak perlu dipakasakan. Kesadaran akan datang pada mereka yang mau menerima bahwa aku dan kau ada. 

Kepada Ayah

Ayah, entah telah berapa lama kita tak menghabiskan malam di ruang tengah rumah kecil kita sambil bercerita, bercerita apa saja, segalanya. Aku ingat, sewaktu kecil, meski jauh, kau selalu mengajarkan padaku bagaimana segalanya akan terasa menyenangkan dan ringan jika dibicarakan. Ya, mungkin kaulah orangnya, lelaki pertama yang kucintai dan kucelotehi apa saja. Kau dengarkan sekalipun itu hal-hal tak penting. Aku belajar bahasa darimu dan aku belajar keteguhan cinta dari ibu. Meski keluarga kita tak sempurna, meski keluarga kita tak pernah utuh, meski seringkali aku melihat bagaimana bahasa menjadi begitu memuakkan manakala kau dan ibu bertengkar, tapi kasih sayang mengikat kita jauh lebih erat dibanding luapan emosi dan ego. Pernah suatu malam, di ruang tengah, di depan televisi, ketika kita utuh, Ibu, juga si Lanang, kau mulai menanyakan hal-hal serius, dan kau sebut namanya. Ada banyak cara untuk menyakiti seseorang, tapi hanya ada sedikit cara untuk membahagiakannya, katamu lembu...