Skip to main content

Posts

Sebait Doa untuk Sahabat Manisku

  “Sebab tak ada satu hari pun yang baik untuk berpisah, namun setiap hari adalah awal yang baik untuk bertemu.” Ujaran seseorang yang aku aminkan. Sahabat manisku, rupanya bertemu dengan orang-orang baru, bergumul dengan cerita baru, dan melakukan banyak hal baru membuat kita mengalami semacam paradoks, perasaan ingin dan tak ingin. Kita tahu bahwa waktu yang harus kita lewati terlalu singkat untuk membentuk sebuah ikatan yang kuat, tentu saja kita sudah sama-sama tahu bahwa hari ini mungkin akan kita alami, hari di mana kita akan saling melepas. Satu hal yang tak akan pernah aku sesali adalah telah membuka diri, membiarkan kalian masuk dan menempati ruang masing-masing di dalam sini, sesuatu yang barangkali lebih sering kita sebut dengan hati. Kalian memang hebat, bukan saja hebat dalam bidang yang kalian jalani, tapi juga hebat dalam memikat hati. Bertemu kalian adalah bagian dari hal-hal indah yang Tuhan berikan dalam perjalananku. Dek Al yang baik, si gadis yang l...
Recent posts

DAN UNTUK SAMPAI KE TAHAP INI, AKU TELAH MELALUI BANYAK KISAH. “LPDP”

“Berjuang tidak sebercanda itu” Bagi para pejuang beasiswa, tentu saja LPDP adalah salah satu yang paling diminati. Selepas lulus, keinginan untuk terus bersekolah tidak pernah surut. Pernah sekali waktu keinginan itu melemah karena beberapa alasan, salah satu yang paling krusial adalah biaya. Keyakinan untuk mencari beasiswa itu kemudian muncul setelah dosen pembimbing skripsiku menghubungiku. Beliau dan tim penelitian jurusan tengah melaksanakan penelitian dan mengajakku turut serta. Entah dari mana, rasa percaya diriku pun muncul. Aku mantapkan diriku untuk mencari program beasiswa s2. Awalnya aku hanya mencari informasi dari berbagai sumber tentang beasiswa s2, mulai dari beasiswa penuh sampai beasiswa yang hanya menawarkan bantuan akademik. LPDP adalah yang paling pertama aku tuju. Rupanya, untuk mendapatkan beasiswa LPDP, banyak kualifikasi yang harus dipenuhi. Beberapa persyaratan penting yang harus dimiliki adalah IPK minimal 3,00, penguasaan bahasa inggris baik...

Bisu

Barangkali, dedaunan kering hanya tinggal menunggu angin demi menentukan nasibnya untuk gugur dengan cara paling sederhana dan syahdu. Lalu, aku akan tetap menunggu dan menjadi patung. Seperti halnya Sukab yang malang, yang mencintai wanitanya sedemikian rupa hingga membatu dalam luka. Ketika kata-kata tak dapat giliran, ia menjelma kebisuan yang menyakitkan. Aku ingin menumpahkan segalanya padamu, ya padamu. Tapi, rupanya segalanya harus bergiliran. Aku tak mendapatkan giliran itu. Kau tahu el? entah sejak kapan aku menjadi pembohong ulung. Entah sejak kapan pula aku lupa bagaimana caranya menjadi begitu jujur pada diriku sendiri. Peluk aku el, agar aku tak hatiku tak mati dalam sunyi. Tanpa kata-kata, tanpa suara. 

Sekerut Dahi untukmu El, Aku Rindu

Hei el, lama rasanya kita tak menghabiskan malam dengan secangkir kopi, tumpukan buku, dan imajinasi. Rupanya buku telah menjadi begitu asing bagiku. Lama rasanya kita tak membahasakan kehidupan. Terlalu lama kau tak mampir dan menepuk kepalaku yang keras ini. Sungguh, kepala ini tak lagi sekeras batu, tapi ia jauh lebih rapuh dari yang bisa kau duga. Apa yang membuatnya rapuh el? apa karena ia terlalu menikmati hari-hari yang nyaman? Kenapa ia mudah meluapkan kesedihan dan melankolia? Apa karena ia tak lagi sadar betapa berharganya setetes air mata itu? Mengapa ia tak lagi pandai menyembunyikan segalanya sendiri dan menjadi kuat? Apa karena ia tak lagi mampu mengungkapkan segalanya padamu? Karena ia tak lagi mampu memilih bahasa paling sederhana untuk mengurangi gumpalan asing di dadanya? Atau karena ia tak lagi mampu berdiri di atas kakinya sendiri hingga ia harus bergantung pada mimpi dan keinginan manusia lain, el? Sungguh, kepala ini tak lagi sekeras batu . Barangkali aku t...

Tentangmu

Kepada siapa lagi selain Tuhan, Bahwa Ia akan mengetuk hati yang kau kunci dalam diam Sebab hanya Tuhan yang mampu mencintai dan kau cintai Sebab hanya Tuhan yang memiliki seluruh yang ada dalam dadamu Sebab karena Tuhan, kita bertemu... Kepada siapa lagi selain Tuhan

Move...

Terkadang, untuk mendapatkan sedikit kebenaran, kita perlu melakukan banyak kesalahan. Boleh jadi, selama ini kita begitu angkuh el, merasa diri paling benar, dan merasa segalanya akan berjalan sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Aku lupa el, kita tak sedang menjalani hidup sendiri atau hanya aku dan kau saja. Kita berteman dan menjalin banyak hubungan dengan manusia lain. Tidak ada satu orang pun  yang tak ingin dipahami karakter dan cara mereka menjalani kehidupan. Maka katanya, untuk menjaga hubungan baik dengan orang lain kita harus tahu bagaimana cara menerimanya. Memberi ruang kepada mereka akan membuat mereka jauh lebih nyaman dibanding harus mengekang mereka dan memaksa agar mereka memahami kita juga, el. Aku kira akan datang giliran kita el, waktu di mana mereka akan memahamiku juga kau. Tapi tak perlu dipakasakan. Kesadaran akan datang pada mereka yang mau menerima bahwa aku dan kau ada. 

Kepada Ayah

Ayah, entah telah berapa lama kita tak menghabiskan malam di ruang tengah rumah kecil kita sambil bercerita, bercerita apa saja, segalanya. Aku ingat, sewaktu kecil, meski jauh, kau selalu mengajarkan padaku bagaimana segalanya akan terasa menyenangkan dan ringan jika dibicarakan. Ya, mungkin kaulah orangnya, lelaki pertama yang kucintai dan kucelotehi apa saja. Kau dengarkan sekalipun itu hal-hal tak penting. Aku belajar bahasa darimu dan aku belajar keteguhan cinta dari ibu. Meski keluarga kita tak sempurna, meski keluarga kita tak pernah utuh, meski seringkali aku melihat bagaimana bahasa menjadi begitu memuakkan manakala kau dan ibu bertengkar, tapi kasih sayang mengikat kita jauh lebih erat dibanding luapan emosi dan ego. Pernah suatu malam, di ruang tengah, di depan televisi, ketika kita utuh, Ibu, juga si Lanang, kau mulai menanyakan hal-hal serius, dan kau sebut namanya. Ada banyak cara untuk menyakiti seseorang, tapi hanya ada sedikit cara untuk membahagiakannya, katamu lembu...