hujan...pada akhirnya aku menyadari bahwa kehadiranmu akan terlihat indah hanya
bagi mereka yang memiliki tempat untuk berteduh. tak apa,,karena aku tak punya itu hingga nyatanya kau begitu menakutkan bagiku...sudahlah lupakan...sudah saatnya aku meninggalkan kenangan tentangmu yang terlampau lama. inilah manusia, nyatanya aku mulai jenuh menunggumu. harus kuakui, aku tak lagi menunggumu. meski aku ingin. hatiku menyerah. ya, ada selembar daun yang tiba-tiba menyambangiku, dan menebarkan wewangian romansa baru di tubuhku yang terlalu bau karena menunggu. entahlah...barangkali akan menjadi terlalu dini ketika kukatakan keadaan seperti ini sebagai satu bentuk rasa percintaan bodoh yang tak berguna...mungkin...inilah dia selembar daun yang mencoba memotong senja untuk seorang Alina,,,dan aku mulai merasa cemburu karenanya meski tak iri...inilah selembar daun yang tiba-tiba menyambangi setiap mimpi-mimpiku dan membawkan sebongkah senyum yang lalu kuingat sampai pagi,,,kau mungkin akan tertawa saat melihatku cekikikan di pagi hari,, bersemangat menelusuri jalan-jalan berliku hanya untuk bertemu dengannya dan melihat sebongkah senyumnya yang malam tadi melilit alam bawah sadarku...aku terjebak romansa,,pada selembar daun yang masih mencoba untuk mempersembahkan sepotong senja untuk sang Alina...dan kali ini aku menlisnya.........
bagi mereka yang memiliki tempat untuk berteduh. tak apa,,karena aku tak punya itu hingga nyatanya kau begitu menakutkan bagiku...sudahlah lupakan...sudah saatnya aku meninggalkan kenangan tentangmu yang terlampau lama. inilah manusia, nyatanya aku mulai jenuh menunggumu. harus kuakui, aku tak lagi menunggumu. meski aku ingin. hatiku menyerah. ya, ada selembar daun yang tiba-tiba menyambangiku, dan menebarkan wewangian romansa baru di tubuhku yang terlalu bau karena menunggu. entahlah...barangkali akan menjadi terlalu dini ketika kukatakan keadaan seperti ini sebagai satu bentuk rasa percintaan bodoh yang tak berguna...mungkin...inilah dia selembar daun yang mencoba memotong senja untuk seorang Alina,,,dan aku mulai merasa cemburu karenanya meski tak iri...inilah selembar daun yang tiba-tiba menyambangi setiap mimpi-mimpiku dan membawkan sebongkah senyum yang lalu kuingat sampai pagi,,,kau mungkin akan tertawa saat melihatku cekikikan di pagi hari,, bersemangat menelusuri jalan-jalan berliku hanya untuk bertemu dengannya dan melihat sebongkah senyumnya yang malam tadi melilit alam bawah sadarku...aku terjebak romansa,,pada selembar daun yang masih mencoba untuk mempersembahkan sepotong senja untuk sang Alina...dan kali ini aku menlisnya.........

sebenarnya ketika menanti sesuatu yang kunjung tiba secara pasti kita diberi pilihan oleh waktu: tetap menunggu atau berlalu. tapi pilihan untuk kembali pada suatu titik kehidupan itu tak akan pernah ada...
ReplyDeleteHey bebii... I know u grow up and it's ur choice to be mature... Hope u never fall in fool anymore like u and I did before, in our past...
regard. Haness :*