Skip to main content

Sebait Doa untuk Sahabat Manisku

 “Sebab tak ada satu hari pun yang baik untuk berpisah, namun setiap hari adalah awal yang baik untuk bertemu.” Ujaran seseorang yang aku aminkan.


Sahabat manisku, rupanya bertemu dengan orang-orang baru, bergumul dengan cerita baru, dan melakukan banyak hal baru membuat kita mengalami semacam paradoks, perasaan ingin dan tak ingin. Kita tahu bahwa waktu yang harus kita lewati terlalu singkat untuk membentuk sebuah ikatan yang kuat, tentu saja kita sudah sama-sama tahu bahwa hari ini mungkin akan kita alami, hari di mana kita akan saling melepas. Satu hal yang tak akan pernah aku sesali adalah telah membuka diri, membiarkan kalian masuk dan menempati ruang masing-masing di dalam sini, sesuatu yang barangkali lebih sering kita sebut dengan hati. Kalian memang hebat, bukan saja hebat dalam bidang yang kalian jalani, tapi juga hebat dalam memikat hati. Bertemu kalian adalah bagian dari hal-hal indah yang Tuhan berikan dalam perjalananku.

Dek Al yang baik, si gadis yang lahir di batas katulistiwa, terimakasih sudah mau berbagi denganku, berbagi apa saja, termasuk persoalan rasa (ini cerita serius loh ya, moso aku mention Mas Agu*), J lalu suatu hari kita tertawa karena mendengar lagu “Tahu bulat digoreng”. Terimakasih sudah sabar mengajariku hal-hal picisan tentang structure. Barangkali ini kata yang tepat untuk naluri kepemimpinanmu yang buas itu, yang acapkali muncul tiba-tiba, “Aku mengagumimu, pradana tangguh yang bersembunyi di balik keluguan,”. Doa terbaik untukmu, semoga Allah memampukannya untuk menghalalkanmu, pada waktu yang tepat.  

Kuuuus (Kusebut namamu dengan irama yang sama seperti kali pertama kamu memperkenalkan diri) ada cengkok panjang di antara huruf U, lalu ada bunyi alveolar yang lama saat S disebutkan di batang lidahku ketika menyebut nama pendekmu itu. Mungkin notasi nya jauh lebih panjang dibanding melafalkan nama yang demikian panjang seperti nama Kak Albert Stefan Asa Imanuel Telnoni. Minggu awal aku sering melatih lidahku menirukan gayamu itu, suka. Lebih dari itu, aku menyukai kepribadianmu yang “sederhana tapi manis”. Kamu mengajarkanku banyak hal Kus, keceriaan misalnya, juga ketulusan yang bisa dirasakan sampai jauh ke dasar hati. Selalu, semoga Allah memberikan kecintaan-Nya dalam bentuk kebahagiaan yang berlimpah, bagimu, juga bagi keluarga kecilmu nanti. J

Mitha, bagiku kaulah yang menjadi ibu di kelas ini. J. Ada hari di mana aku ingin memelukmu dan mendengarkan keseluruhan ceritamu, tapi hari itu aku tahu bahwa kamu jauh lebih kuat dari orang-orang yang akan menguatkanmu. Terimakasih Mitha, sudah mau menjadi bagian dari ceritaku. Mas Yog* memiliki seorang dengan paket komplet sepertimu, wanita tangguh yang tahu bagaimana menjadi sandaran bagi lelakinya, calon ibu yang lembut tapi tegas, dan sosok teman yang bisa menjadi tempat berbagi apa saja tanpa rasa sungkan. Ingin rasanya aku mencuri ilmumu yang melimpah itu, (katanya kita bisa membicarakan apa saja selama masih dalam tembok-tembok akademis, hal tabu misalnya J).

Ega si cantik dari Minang yang satu ini memang benar-benar mengingatkanku pada Hayati. Iya benar, aku salut sekali pada keistiqamahanmu untuk terus berbenah diri. Prinsip yang kuat akan membuat seorang wanita tampak lebih mengagumkan. Akan aku ingat cerita lucumu tentang status baper yang selalu salah sasaran itu J, semoga Allah selalu menjagamu adikku.

Melda, si jenius yang satu ini. Terimakasih Mel sudah mengajariku banyak hal. Menghitung itu seperti seni, kita hanya harus tahu polanya lalu ikuti alurnya. (Aku mendapatkan itu darimu).

Aku melihat seorang gadis berpayung teduh
Melihat senja di batas pantai
Sekalipun ia tahu bahwa senja adalah sebuah penghabisan
Yang datang hanya untuk membunuh siang
Tapi ia demikian tegar
Mengayuh waktu menjumpai bintang-bintang di batang malam
Ia,
Seseorang memanggilnya Melda Taspika

Ini janjiku, puisi untukmu Mel. J

Mba Neni, Kakaku di kelas ini, wanita solehah yang selalu menginspirasiku setiap waktu. Beruntung sekali lelaki yang nanti akan mengkhitbahmu Mba Nen, sebab ia telah mendapatkan wanita terbaik yang akan mengajarkan anak-anaknya dasar ilmu agama yang matang. Aku pun beruntung telah mengenalmu Mba Nen. Jangan berhenti untuk mengingatkanku tentang kebaikan ya Mba Nen, sebab rasanya aku seringkali alfa dalam hal ini. “Ratih, tangannya.” Ucapmu lembut ketika aku menggunakan tangan kiriku untuk makan. Akan aku ingat itu Mba Nen, sampai nanti aku pun akan mengingatkan orang lain dengan cara yang sama yang telah kau ajarkan. Aku tidak ingin mengucapkan selamat pada angka dalam usiamu yang berkurang hari ini. Aku hanya ingin mengucapkan sebait doa, semoga ia sampai padamu. Terimakasih Mba Nen. Semoga Allah selalu melimpahimu dengan cinta-Nya yang agung.

Asma, ketika kali pertama kita bertemu, kamu lah orang yang paling banyak berbicara denganku. Kamu hebat, sungguh, sudah menerbitkan buku dan bisa bermanfaat. Kalau aku hanya menulis untuk diriku sendiri, kamu justru memilih menulis untuk orang lain, dan bagiku penulis hebat adalah penulis sepertimu yang memiliki keinginan agar tulisanmu membawa dampak positif bagi banyak orang. Aku akan belajar banyak hal dari prinsipmu itu. Paling tidak aku senang aku memiliki seorang dengan pemikiran yang sama mengenai satu hal.  Yang lebih hebat dari apapun adalah hafalanmu. Aku sering mendapatimu mengaji di setiap waktu senggang barangkali itu untuk memperkuat hafalan. Aku salut Asma, justru di saat orang-orang (aku misalnya) sibuk memikirkan kebahagiaan orangtua di dunia, kamu melengkapinya dengan menyiapkan hadiah besar untuk mereka di Surga. Terimakasih telah menjadi salah satu wanita yang menginspirasi, Asma.

Ida (tanpa H),  J terimakasih Ida untuk tiga bulan yang luar biasa. Benar kata Anggra, kamu memang sosok yang anggun, yang di wajahmu aku bisa melihat cahaya yang teduh, di antara suaramu yang sayup-sayup membuat hati Mas Anggra luluh (ups kidding J ). Tapi, di balik itu, aku melihat seorang gadis diliputi rindu dalam penantian panjanganya. Sabar ya Ida, rindu itu selalu terlesap dalam setiap doa dan pada doa yang sama lah ia akan sampai.

Icka (nama facebook nya), J Ika, entah kenapa aku melihat kedewasaan di balik tingkah lucu mu yang acap kali menggemaskan itu. Pertanyaan-pertanyaan mu yang sering rasanya membuatku justru bukan berpikir apa jawaban nya tapi bagaimana cara menjelaskannya. Tapi, pada satu hal aku mengagumimu, sungguh. Akan aku ingat nasihatmu yang ini “Perubahan yang instan justru akan cepat hilang” “Gak papa Mba, aku juga dulu kaya Mba Ratih.” Mungkin suatu hari nanti aku bisa belajar sepertimu ya Ika. Semoga cepat diberi kemantapan hati ya sama Allah. Aku sayang Ika. J

Mba Fit, yang paling mengayomi di kelas. Aku sering memperhatikanmu Mba Fit, rasanya ingin sekali mencuri kesederhanaanmu itu. Terimakasih sudah menjadi bagian dari ceriaku ya Mba Fit. Semoga Allah selalu menjaga dan mencintaimu.

Kennis gadis cantik yang selalu suka ngelamun di kelas dan penganut baperisme (hehe guyonan ya Ken). Terimakasih Kenis sudah mengajariku bahwa kita tidak perlu ragu dan malu ketika mengungkapkan satu pendapat, kita hanya harus mengungkapkannya, itu saja. Semoga segera disampaikan ya Ken kode hatinya kepada pihak yang dimaksud. J semoga Allah selalu menjagamu.

Mba ii (Kak Sri) Terimakasih sudah mengizinkanku hutang pulsa ya. J terimakasih juga sudah menjadi teman berbagi obrolan tentang drama Korea. Sayang ya, kita belum sempat nonton drama Korea bersama. Tidak apa, terkadang drama mengajarkan kita bahwa kita hanya harus menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, sebab akan ada akhir dari segala macam penantian. Semoga Allah meridaimu dengan seseorang yang diam-diam kamu kagumi itu ya, atau semoga Allah mempertemukanmu dengan yang lebih baik. (Amin yang keras).

Cintya El Meysara, Cin, Syera, atau apapun panggilanmu, aku selalu ingin memanggilmu El. Namamu, mengingatkanku pada seseorang, seseorang yang selalu melahirkan imajinasi-imajinasi rimba yang belukar. Hehe. Aku salut sama kamu Cin, kamu orang paling diplomatis yang aku temui di kelas ini. Kita mungkin datang dari beragam latar belakang pendidikan dengan beragam pemikiran juga tapi kamu mampu menengahi kami semua. Aku suka pada caramu menyampaikan pemikiran, tegas tapi tidak memaksa, dan kamu mengakui segala bentuk keegaliteran. Aku suka caramu bercerita tentang masa lalumu dengan kekasihmu (Ups J ), kata Ega kamu orang yang susah move on, mungkin bukan tidak ingin moving on ya, hanya saja kamu ingin mencintainya untuk dirimu sendiri tanpa harus ada tendensi apapun untuk memiliki (ea ea ea  ngomong opo aku). Terimakasih ya Cin, semoga kebaikan selalu menyertaimu.

Mba Ade, kalau selama ini aku melihat aktivis laki-laki itu sudah sangat biasa, bahkan mainstream, tapi melihat aktivis perempuan yang militan aku baru mendapatinya, kamu salah satunya. Terimakasih Mba Ade sudah menjadi bagian dalam cerita panjangku. Semoga kesuksesan selalu menyertaimu. J

Mba Eka yang wajahnya secantik orang India J nanti nyanyikan lagu Sambalado lagi ya. Semoga Sembilan tahunmu dengan nya bisa mendapat jawaban terbaik dari Allah ya Mba Eka. Tidak apa-apa, pelaminan tidak akan pergi, ia setia menunggu wanita-wanita cantik di ujung penantian datang kepadanya di waktu yang paling tepat. J

Mentari (si gadis berkacamata bergolongan darah A yang A banget katanya) tidak segalanya harus kamu masukan dalam kepala dan kamu pikirkan serumit itu Men, biarkan dirimu tahu bahwa kamu adalah gadis yang luar biasa. Terimakasih sudah mengajarkanku banyak hal selama tiga bulan ini. Semoga Allah selalu menguatkan langkahmu. J

Mas Anca yang baik, terimakasih sudah menerima keluhan-keluhanku maupun teman-teman di kelas. Terimakasih sudah menjadi bagian panjang dalam ceritaku (Jangan cermburu Mba IkaJ ). Pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang memegang teguh prinsip, tegas, dan mengayomi. Inshaallah Mas Anca tengah berproses menuju hal itu.

Mas Fauzi, entah kenapa mas mas yang satu ini cerdas sekali J. Semoga diberi kemantapan hati untuk menjemput Mba Neni di Jember ya (eh J ). Terimakasih atas ilmunya selama ini ya Mas Fauzi, semoga selalu berkah dan bermanfaat bagi banyak orang.

Abah Ma’ruf, si abah yang pendiam tapi celotehannya seringkali membuat orang terpingkal-pingkal. Terimakasih Bah Ma’ruf atas ilmunya selama tiga bulan ini, semoga dimantapkan untuk ke UI dan diberi jalan terbaik untuk ke sana.

Mas Rozi, banyak sekali pelajaran berharga yang aku dapatkan darimu. Misalnya, berpikiran legowo dan nrimo. Diam-diam aku ingin mencuri sikap dewasamu yang sangat mengayomi itu. Kalau Mas Fauzi dan Melda adalah The Master oF Science mungkin Mas Rozi adalah The Master of English. Semoga selalu dimudahkan segala urusannya ya Mas Rozi.

Mas Anggra yang selalu bertanya tentang Ida J, seorang vokalis Band dan aktivis kampus. Terimakasih atas berbagai kreativitas nya untuk mendokumentasikan segala peristiwa yang akan lekat dalam ingatan itu. Yang akan menyimpan peristiwa menjadi kenangan berharga memang memori dan hati, tapi video-video berharga itu selalu menjadi stimulus untuk mengingatnya. Jodoh terbaik telah Allah siapkan untukmu, siapapun itu, semoga Allah memudahkan dan menguatkan langkahmu.

Kak Abe, Putra kebanggaan Kupang, yang namanya susah sekali untuk dihfalkan. J Terimakasih Kak Abe sudah membiarkanku mengenalmu dan belajar banyak hal darimu, termasuk mendengar yang paling khas darimu “suaramu yang nge-bass”. Akan aku ingat seseorang yang bahkan ketika bersendawa pun nge-bass, itu pasti Kak Abe J. Doa terbaik untuk Kak Abe semoga segera menjadi bagian dari “Perbudakan yang dilegalkan” (haha).

Mas Dedi, yang lamat-lamat kudengar langkah kakimu begitu syahdu, sebab kau langkahkan menyusuri anak tangga menuju Musala, selalu pada rentang jam yang sama- 08.45-09.00. Sesuatu yang telah lama luput dan mulai kulaksanakan kembali karena belajar darimu, Duha. Semoga Allah selalu menjaga kesederhanaanmu. Terimakasih sudah menjadi bagian dari orang-orang yang mengajarkan padaku tentang banyak hal.

           Ada banyak cara bagi Tuhan untuk memberi tahu kita bahwa segala yang kita lalui dalam hidup ini adalah pembelajaran penuh makna. Bertemu dengan orang-orang yang luar biasa seperti kalian adalah salah satunya. Terimakasih telah membiarkanku menjadi bagian dari keluarbiasaan itu. Ini bukan perpisahan tentu saja, sebab perpisahan katanya letaknya di hati yang berjarak, kita hanya beralih dari satu tempat ke tempat berikutnya, tetapi hati kita tidak. Kita tengah bersiap diri untuk bertemu dengan orang-orang hebat berikutnya dan bersama-sama menapaki satu demi satu anak tangga kesuksesan, bahu membahu, saling berkirim doa. Doa terbaik untuk kalian sahabat manisku. Semoga Tuhan selalu mengiringi langkah kita. Terimakasih untuk tiga bulan yang berharga dan bermakna.

Comments

  1. Mb Ratih:
    Gadis cantik yg dikagumi bukan hanya oleh mas dedi, tapi aku, aku, iya aku. Sastrawati yg ilmunya belum bisa aku tengok, bahkan untuk mengintipnya saja aku lemas.
    Seperti seutas rindu yg melilit bongkahan hati ketika nanti sudah tak lagi bertemu, aku menganga mendengar ilmu2 yg kamu jelaskan dg sngat bijaksana.
    Mb ratih yg selalu menyejukkan hati, terima kasih. :)

    ReplyDelete
  2. Mb Ratih:
    Gadis cantik yg dikagumi bukan hanya oleh mas dedi, tapi aku, aku, iya aku. Sastrawati yg ilmunya belum bisa aku tengok, bahkan untuk mengintipnya saja aku lemas.
    Seperti seutas rindu yg melilit bongkahan hati ketika nanti sudah tak lagi bertemu, aku menganga mendengar ilmu2 yg kamu jelaskan dg sngat bijaksana.
    Mb ratih yg selalu menyejukkan hati, terima kasih. :)

    ReplyDelete
  3. So sweet banget,. Ratih.
    Buagus., cantik dan elok seindah dirimu... ea., ea,. ea.
    Terimakasih juga telah menjadi bagian dari hari2 ku, terimakasih telah mendoakan kita... semoga kebaikan akan tercurah padamu jua... Kawan...
    Semoga keberkahan.pun akan mengikutimu seterusnya bersama, khususnya babak baru dg dia (A)

    ReplyDelete
  4. So sweet banget,. Ratih.
    Buagus., cantik dan elok seindah dirimu... ea., ea,. ea.
    Terimakasih juga telah menjadi bagian dari hari2 ku, terimakasih telah mendoakan kita... semoga kebaikan akan tercurah padamu jua... Kawan...
    Semoga keberkahan.pun akan mengikutimu seterusnya bersama, khususnya babak baru dg dia (A)

    ReplyDelete
  5. Mb ratih, now I declare myself as your number one fan! I love you too! And I love your writing so much!!

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Air Mata jatuh, sesekali tawa datang saat membaca tulisan indah ini. Bahagiaku sedihku bercampur jadi satu. Bangga rasanya ada namaku terpampang di tulisanmu kak Ratih. Seorang wanita Cantik, lembut, nan memiliki tawa yang imut (kak Ratih lebih Cantik kalau giginya kelihatan loh ,aku masih ingat ketika begitu bahagianya kakak berhasil berfoto kelihatan Gigi dan Cantik, lanjutkan kak :D) . Aku selalu ingin meniru Cara kakak membaca sesuatu..aku selalu menyimak ketika giliran kakak membaca soal atau membaca paragraf saat di kelas, pembawaan yang tenang,tata bahasa yang tidak bisa aku jelaskan Karna aku tak tau apa istilahnya :). Kakak selalu mendengarkan cerita tak pentingku dengan wajah dan ekspresi ingin tau yang membuatku semakin semangat bercerita, terkadang hal ini mengobati rinduku akan keluargaku yang jauh. Terima kasih sudah menjadi bagian Dari hidup ku kak.. Banyak hal yg kupelajari Dari kakak tentang agama,perjalanan hidup, dan jodoh pastinya. Sukses selalu kakak.. Jangan lupakan adikmu yg cerewet dan jahil ini. Cium Dan peluk hangat Dari jauh kakak cantikku :*

    ReplyDelete
  8. Ratih,izinkan aku untuk terus bisa membaca karyamu
    Ratih,sahabat manisku,akhirnya aku punya sahabat anak sastra,dunia yang begitu aku kagumi tak mampu untuk kupahami
    Ratih,aku menunggu,suatu hari nanti aku membaca sebuah kesibukan di saat senggangku,buku itu adalah karyamu
    Ratih,sungguh,aku teramat bahagia bisa mengenalmu,aku percaya suatu hari kelak kau akan jadi sastrawati yang sangat aku kagumi,saat dirimu muncul di layar televisi atau koran yang aku baca
    Semoga suatu saat nanti kita kembali bisa bersama,walau sekedar duduk dan melihat lelaki gondrong berjalan begitu gagahnya,seperti yang pernah kita perbincangkan beberapa kali

    ReplyDelete
  9. Ratih,izinkan aku untuk terus bisa membaca karyamu
    Ratih,sahabat manisku,akhirnya aku punya sahabat anak sastra,dunia yang begitu aku kagumi tak mampu untuk kupahami
    Ratih,aku menunggu,suatu hari nanti aku membaca sebuah kesibukan di saat senggangku,buku itu adalah karyamu
    Ratih,sungguh,aku teramat bahagia bisa mengenalmu,aku percaya suatu hari kelak kau akan jadi sastrawati yang sangat aku kagumi,saat dirimu muncul di layar televisi atau koran yang aku baca
    Semoga suatu saat nanti kita kembali bisa bersama,walau sekedar duduk dan melihat lelaki gondrong berjalan begitu gagahnya,seperti yang pernah kita perbincangkan beberapa kali

    ReplyDelete
  10. Ratih,izinkan aku untuk terus bisa membaca karyamu
    Ratih,sahabat manisku,akhirnya aku punya sahabat anak sastra,dunia yang begitu aku kagumi namun tak mampu untuk kupahami
    Ratih,aku menunggu,suatu hari nanti aku membaca sebuah buku di sela kesibukanku,buku itu adalah karyamu
    Ratih,sungguh,aku teramat bahagia bisa mengenalmu,aku percaya suatu hari kelak kau akan jadi sastrawati yang sangat aku kagumi,saat dirimu muncul di layar televisi atau koran yang aku baca
    Semoga suatu saat nanti kita kembali bisa bersama,walau sekedar duduk dan melihat lelaki gondrong berjalan begitu gagahnya,seperti yang pernah kita perbincangkan beberapa kali

    ReplyDelete
  11. Sekali aku membayangkan memiliki kawan yang punya gaya menulis seapik ini, tulisanmu bernyawa mbak Ratih. Terima kasih karena sudah menyelipkan namaku disini. Semoga mbak Ratih senantiasa diberi kesehatan, kemudahan dan kesuksesan kedepannya. SGA pasti kagum kalau dia mampir ke blog ini :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hopeless

      Lagi-lagi aku melihat wanita itu ditampar bertubi-tubi. Ia lah wanita yang menjadi nas dalam setiap sajak-sajakku. Wanita yang meleburkan kehidupannya bersama tangis. aku sering membayangkannya. Hidup di sebuah dunia yang dipenuhi senyumannya. Kukira, aku akan memilih abadi di sana, sekalipun aku harus menentang langit.        Sederhana sekali keinginannya, tak melihatku kelaparan. Bahkan, ia lupa bahwa ia harus menahan nyeri di tukak lambungnya untuk itu. Beberapa kali aku mencoba meyakinkan diriku bahwa aku bisa mengeluarkannya dari gerbang durja itu. Menarik kehidupannya yang diberangus kemiskinan. Tapi, lagi-lagi keyakinanku melorot manakala melihat air matanya meluruh sebab ia menahan rasa sakit yang lebih.       Entah telah berapa banyak hari di mana ia merasa begitu sendiri dan sepi. Jauh dari lelaki yang ia kira mampu menjadi tempatnya bersandar, jauh dari bayi kecil yang ia kira mampu menghilangkan lelahnya, dan j...

nightmare :(

tentu saja, tak pernah terbentas dalam hari-hariku sebelum ini bahwa aku akan hidup dalam beberapa hari tanpa cahaya, tanpa air, tanpa aliran listrik. aku masih bersyukur seorang kawan memberiku ijin tinggal di kosannya dan menikmati fasilitas yang ada, meski aku tahu ungsianku menyebabkan kerepotan yang parah, (maafkan aku tak bisa berbuat apapun). ini mimpi buruk yang tak kubayangkan sebelumnya, tumbuh besar dan besar pula tanggungjawab di bahuku, tuntutan bahwa aku harus mampu melakukan segalanya seorang diri, tak lagi menggantungkan diri, atau merengek manja. alarm besar dalam hidupku mulai berbunyi.

Mapat

Hari-hari dan skripsi, sebotol air putih, dan wajah ibu.  Anggap saja, malam ini aku sedang tak ingin menyentuh apapun, selain mencium aroma tubuhmu bu.