Skip to main content

untuk sebuah nama

apa yang menjadi hebat dengan menjadi sepotong kuku yang terus tumbuh dan menyela di antara daging-daging hidup. Ia hanya menjadi benalu yang tak kan pernah ber'usai'. bahkan meelihat makhluk kecil seperti nyamuk pun aku iri...ya..iri...mereka pun bisa mencari makanannya sendiri, terbang dengan sayap-sayapnya sendiri, berdiri di atas kakinya sendiri, dan tidur di pagi hari dengan begitu lelap. barangkali aku akan terus tumbuh menjadi anak nakal yang melempar liat ke jendela-jendela tetangga, lalu mereka akan mengadukan kenakalanku pada-Mu,,,bukan,,tapi Kau selalu melihatku,,,karena itukah Kau menahan hadiah untukku dan membiarkanku terus melihat anak-anak lain menerima hadiah-Mu,,sementara aku akan tetap menjadi anak nakal dan tokoh antagonis dalam drama nyata....maafkan aku....

Comments

  1. kadang kita terlalu sering mencari gelap yg menjadi keseluruhan dan enggan mencari terang yang hadir sebagai titik... kenapa tidak memulai dengan berlatih menyadari titik terang itu hingga menjadikannya warna mayor?

    ReplyDelete
  2. kenapa gak meminta hadiah-Nya dan membuktikan bahwa kamupun layak mendapat hadiah dari-Nya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hopeless

      Lagi-lagi aku melihat wanita itu ditampar bertubi-tubi. Ia lah wanita yang menjadi nas dalam setiap sajak-sajakku. Wanita yang meleburkan kehidupannya bersama tangis. aku sering membayangkannya. Hidup di sebuah dunia yang dipenuhi senyumannya. Kukira, aku akan memilih abadi di sana, sekalipun aku harus menentang langit.        Sederhana sekali keinginannya, tak melihatku kelaparan. Bahkan, ia lupa bahwa ia harus menahan nyeri di tukak lambungnya untuk itu. Beberapa kali aku mencoba meyakinkan diriku bahwa aku bisa mengeluarkannya dari gerbang durja itu. Menarik kehidupannya yang diberangus kemiskinan. Tapi, lagi-lagi keyakinanku melorot manakala melihat air matanya meluruh sebab ia menahan rasa sakit yang lebih.       Entah telah berapa banyak hari di mana ia merasa begitu sendiri dan sepi. Jauh dari lelaki yang ia kira mampu menjadi tempatnya bersandar, jauh dari bayi kecil yang ia kira mampu menghilangkan lelahnya, dan j...

nightmare :(

tentu saja, tak pernah terbentas dalam hari-hariku sebelum ini bahwa aku akan hidup dalam beberapa hari tanpa cahaya, tanpa air, tanpa aliran listrik. aku masih bersyukur seorang kawan memberiku ijin tinggal di kosannya dan menikmati fasilitas yang ada, meski aku tahu ungsianku menyebabkan kerepotan yang parah, (maafkan aku tak bisa berbuat apapun). ini mimpi buruk yang tak kubayangkan sebelumnya, tumbuh besar dan besar pula tanggungjawab di bahuku, tuntutan bahwa aku harus mampu melakukan segalanya seorang diri, tak lagi menggantungkan diri, atau merengek manja. alarm besar dalam hidupku mulai berbunyi.

Mapat

Hari-hari dan skripsi, sebotol air putih, dan wajah ibu.  Anggap saja, malam ini aku sedang tak ingin menyentuh apapun, selain mencium aroma tubuhmu bu.