Tiba-tiba aku sampai pada satu kesadaran gaib itu. Entah sejak kapan aku mulai mempunyai kebiasaan aneh ini, melukai diriku sendiri, misalnya menggigit tanganku sampai biru, membenturkan kepalaku sendiri sampai rasa sakitnya jauh lebih besar dibandingkan rasa sakit dalam dadaku, atau hal paling aneh yang baru kulakukan hari-hari belakangan ini, mendaratkan kepala palu pada ibu jariku. Anehnya El, aku tak merasakan sakit sedikitpun. Aku mulai kaget ketika tiba-tiba ada cairan merah menggumpal di balik kulit ari jariku. Rasanya beberapa saat sebelumnya, aku masih memukul paku tepat pada kepalanya, sampai aku sadar palu itu beberapa kali mendarat di jariku dan aku tak menyadarinya. Paling tidak, tak ada rasa sakit yang jauh lebih membunuhku di bandingkan menerima kenyataan bahwa ibuku harus kembali memeras peluh.
Aku marah pada diriku sendiri El.
Comments
Post a Comment