Gorong-gorong
itu masih serupa lorong panjang
Serupa
perjalanan kehidupan
Bagiku
yang papa
Kehidupan
adalah ibu yang mengasuh semesta
Di
sana kau dan aku seringkali lena
Barangkali
kau dan aku tak jauh berbeda
Kita
sama-sama menghidu bau kepedihan yang anyir
Berkelindan
dalam ruang-ruang suci yang abadi sebentuk rahim
Mengecap
sepiring kesenangan
Justru
ketika di luar sana
Manusia
memilih memungut daun-daun di sudut-sudut kota
Di
tumpukan hinaan dan menjadi oportunis
Bukan
karena kau tak ingin kehidupan mengasuhmu
Selepas
keluar dari rahim ibu
Tapi
karena kesenangan menjadi alasan
Mengapa
kau dan aku mungkin berbeda.

elipsis
ReplyDelete