Kurindukan keberadaanmu
Aku rindu padamu yang membawaku pada malam-malam penuh kehusyuan
Dalam bungkukan-bungkukan pengharapan
Dalam sujud penuh kenikmatan
Aku rindu padamu yang memandikan badanku dengan air dari telaga-telaga firdaus
Merengkuh ruhku dalam selimut-selimut kepatuhan, ketaatan
Gersang. Saat tiba-tiba kau menghilang
Meninggalkanku, atau aku yang membenamkanmu dalam tanah-tanah dosa?
Aku merindukanmu yang selalu menarik lidahku hanya untuk doa-doa pengharapan dan penghambaan
Aku benar-benar merindukanmu
Bagimana jika ternyata aku kehilanganmu?
Sementara entah esok ataupun nanti, atau saat ini
Badan ini segera membusuk bersama cacing-cacing yang menggeliat diantara tanah dan bebatuan
nyawa, jiwa, dan ruh akan terbang meninggalkan ruangnya yang rapuh
rumah singgah yang hanya sebatas onggokan daging dan tulang belulang
yang juga akan terbenam dalam tanah
aku sungguh merindukanmu. Iman!
Raga yang rapuh, 14/04/11
Comments
Post a Comment