Sebait sajak hidup untuk restu adikku pada usiamu yang menginjak tujuh
27 Februari 2011
Adik, kukirim doa berbalut rindu
Acap kali kubungkukan badan dan bersujud
Berikhwal pada semesta
Adikku, kini mata tak lagi mampu menatapmu sesering dulu
Mulutku membentakmu karna tingkah nakalmu
Karena keatraktifanmu yang berbeda dari anak seusiamu
Karena ketakutan kakak padamu
Namun semua hanya untuk membuatmu
tak sepertiku yang bodoh dan kalah dengan hidup
adikku, kututurkan sebuah dendang hidup dalam dunia yang berbalut lara
dalam hidup yang berlinang airmata
dalam kisah yang kusemaikan senyum pada duka yang sesungguhnya menyala
kukirim sajak rindu lewat angin yang bergerak ketimur
agar sejenak ia dapat mampir mengirim rinduku padamu
adikku, lewat nyanyian malam
selalu kunanti kisah nakalmu
kutunggu ceritera keberadanmu
sekalipun itu hanya ilusi
tapi doa ini takkan hanya sebatas ilusi
kukirim sajak ini pada usia yang menginjak angka tujuh
pada umurmu yang mampu menguatkanmu
sepertiku ataupun tak sepertiku
ingatlah ketika nanti kau menginjak angka delapan
sembilan, belasan, puluhan
ingatlah sajak ini,,,,,,,,,,,,dan hiduplah dengan kebahagiaan adikku.
Comments
Post a Comment